13 PENAMBANG TERTIMBUN DI KEDALAMAN 42 METER


Tatelu – Tiga belas penambang dilaporkan tertimbun di kedalaman 42 meter pertambangan rakyat desa Tatelu Kecamatan Dimembe milik ibu selga waworuntu yang dikelola oleh Alan Waworuntu pada Kamis tgl (13/4) pukul 15.00 WITA, Basarnas Manado mendapat laporan langsung dari Kepala Desa Tatelu John Lausan. Dengan adanya laporan tersebut Kepala Kantor Basarnas Manado langsung memerintahkan anggotanya sebanyak 11 personil menuju lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan SCBA dan alat mountenering. Setibanya di lokasi tim rescue Basarnas Manado langsung berkoordinasi dengan para penambang untuk meminta kronologis kejadian sehingga memudahkan untuk melakukan evakuasi.  Adapun identitas para penambang emas yang tertimbun adalah ubri, diki, karno, wawan, dian, asep, nana, nono, ugi, opim,ali, aep dan ali semuanya berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Menurut pengelola Alan Wawurontu bahwa ketigabelas penambang tersebut masuk dilokasi lubang galian tambang dengan kedalaman pantungan 42 meter, kemudian lubang datar 2 meter kemudian masuk lagi sekitar 50 meter pada pukul 08.00 WITA seharusnya  pada pukul 15.00 WITA penambang sudah naik ke atas namun belum juga turun, pengelola mulai curiga anak buahnya belum naik ke atas dan saat itu temannya langsung turun untuk mengecek dan ternyata saksi melihat sebagian tanah bagian dinding sudah  longsor dan menutupi lubang diperkirakan tanah yg longsor sekitar 20 meter, sehingga  para penambang sudah tidak bisa keluar. Dan untuk saat ini ke ketiga belas orang tersebut masih berada di dalam lubang dengan menggunakan blower untuk bernapas, dan korban masih bisa diajak berkomunikasi sehingga korban masih hidup di dalam. Tm yang terlibat dalam evakuasi ini adalah tim rescue Basarnas Manado, TNI, Polisi, PMI, dan para penambang, saat ini tim SAR gabungan masih berupaya melakukan penggalian tanah dan membuat sekat- sekat di dinding sehingga tidak terjadi longsoran susulan. Penggalian lubang juga terus dilakukan tanpa henti agar korban cepat keluar dan bisa terselamatkan, mengingat kondisi korban sangat lemah dan membutuhkan persedianan makanan tim memberikan makanan berupa cairan dari lubang blower sehingga korban ada penambahan daya didalam lubang.(feri)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author