Tinjau Lokasi Longsor Desa Bakan, Kepala Basarnas Berpesan Utamakan Keselamatan


BAKAN - Memasuki keempat (1/3) pencarian korban yang tertimbun longsor di penambangan emas Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolamang sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka jalur evakuasi korban. Medan yang curam serta akses evakuasi yang sempit menjadi kendala bagi tim SAR gabungan dalam melakukan proses pencarian dan evakuasi korban.

Pada kesempatan ini Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya (TNI) Bagus Puruhito yang meninjau langsung lokasi longsor menyampaikan rasa duka citanya kepada seluruh keluarga korban longsor tersebut.

"Kita memberikan empati rasa duka cuta kepada keluarga korban. Mudah-mudahan mereka diberikan ketabahan dan keselamatan", tutur Bagus Jumat malam di lokasi kejadian.

Bagus juga menambahkan bahwa seluruh seluruh petugas yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri Pemda, perusahaan penambangan, dan masyarakat hingga malam ini masih terus bekerja mencari korban. Ia juga berpesan agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas dan misi kemanusian ini.

"Tim SAR gabungan sudah berusaha keras, kita tahu semua dari Basarnas, TNI, Polri masyarakat, Pemda, dan perusahaan sampai malam ini masih bekerja semaksimal mungkin. Fokus kita evakuasi korban. Kita lihat bahwa sampai malam ini pun semua petugas bekerja keras. Sengaja kita berkunjung kesini untuk memberikan motivasi dan semangat", sambung Bagus.

Terkait berapa lama proses pencarian korban akan dilakukan, Bagus menjelaskan jika sesuai undang-undang pencarian dilakukan selama tujuh hari. Namun untuk saat ini Bagus menekankan bahwa saat ini fokus tim SAR gabungan adalah mengevakuasi korban yang tertimbun longsor.

"Kita tdk ush ngoming berapa lama fokus kita evakuasi korban. Kita semua bersatu bersama-sama baik dari Basarnas, TNI, Polri, masyarakat, dan perusahaan. Saya ucapkan terim kasih yang sangat tinggi karena selama ini kita sudah bekerja dengan keras dan setulus hati melaksakan evakuasi", tegas Jenderal Bintang Tiga.

"Kemarin kita sudah melaksanakan dengan hati-hati karen medan yang kritis, rawan, rentan longsor , dan sempit sehingga tim SAR pun yg mau ambil korban terlalu beresiko dengan keselamatannya. Kita lihat skarang ada dibuat jalan melingkar oleh alat berat, berula pembuatan jalan itupun penuh resiko dengan kemiringan yg sangat ekstirm", pungkasnya.

Seperti yang diketahui bahwa pada Selasa (26/2) malam telah terjadi longsor di Desa Bakan yang mengakibatkan sekitar 60 orang penambang emas tertimbun material longsor. Informasi nahas tersebut diterima Kantoe Pencarian dan Pertolongan Manado beberapa saat setelah kejadian dari BOBD Balmong. Sejumlah personil baik dari Kantro Pencarian dan Pertolongan Medan, Pos Pencarian dan Pertolongan Amurang, dan Pos Siaga Pencarian dan Pertolongan Kotamabagu dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi korban. Tidak hanya itu Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Gorontalu Utara pun diberangkatkan menuju lokasi longsor untuk membantu proses evakuasi korban.

Hingga berita ini diturunkan untuk korban yang sudah ditemukan dalam keadaan selamat ada 19 orang, meninggal 8 orang, dalam pencarian 33 orang. (Riz)